Mengenal Turbulensi Pesawat dan Penyebabnya
Pilot tentu tahu definisi turbulensi pesawat. Penumpang juga sepatutnya tahu meskipun belum pernah mengalaminya sama sekali. Fenomena ini seringkali tidak bisa dihindari dan bisa berbahaya bagi penumpang. Sebabnya adalah turbulensi bisa menyebabkan goncangan keras di dalam pesawat. Mari kita cari tahu lebih banyak tentang fenomena alam ini. Turbulensi terjadi karena aliran udara yang berbeda arah dan atau berbeda kecepatan. Saat pesawat melewati aliran udara yang sangat cepat, itu bisa membuat pesawat terpental dan keluar dari jalurnya. Itulah yang membuat penumpang merasakan goncangan saat peristiwa ini terjadi. Pegunungan merupakan salah satu tempat dimana turbulensi kerap terjadi. Angin bergerak dengan kecepatan tinggi menyusuri permukaan pegunungan. Aliran yang deras tersebut bisa menyebabkan turbulensi jika ada pesawat lewat di dekatnya.
Karena turbulensi terjadi akibat aliran udara, sistem radar konvensional tidak mampu mendeteksinya. Namun ada teknologi terbaru yang disebut LIDAR bisa mengatsi masalah ini. Perangkat ini umumnya diletakkan di moncong pesawat, berfungsi untuk mendeteksi pergerakan partikel debu di atmosfer. Menggabungkan fungsi radar dan laser, alat ini mampu memberikan sinyal ke pesawat jika ada aliran angin kencang di sekitar. Pesawat jet di umumnya disarankan terbang lebih tinggi karena semakin tinggi jalur yang dilalui, gangguan akan semakin berkurang. Yang tidak disarankan adalah melaju di di antara troposfer dan stratosfer, karena area ini rawan fenomena turbulensi. Meskipun turbulensi pesawat erat kaitannya dengan fenomena alam, namun hal ini juga bisa dipicu oleh pesawat. Saat sebuah pesawat terbang dengan kecepatan tinggi, maka putaran udara akan tercipta di sekitar badan pesawat. Putaran atau gelombang ini akan bertahan selama beberapa waktu. Dan jika aliran tersebut dilewati oleh pesawat lain, maka akan muncul goncangan.
Semakin besar ukuran pesawat, maka semakin berbahaya juga turbulensi yang diciptakan. Oleh sebab itu setiap pesawat tidak boleh berada dalam jarak terlalu dekat serta dibagi-bagi dalam beberapa ketinggian. Turbulensi ekstrim bisa menghancurkan badan pesawat meskipun hal ini jarang terjadi. Konstruksi badan pesawat saat ini sangatlah diperhatikan. Material yang dipakai begitu kuat sehingga turbulensi tidak menyebabkan kerusakan parah pada badan pesawat. Turbulensi pesawat memang jarang bersifat fatal, namun kengerian yang ditimbulkan cukup membuat banyak orang trauma naik pesawat. ***






