Hari Pertama Penerbangan di Bandara Halim, Jadwal Molor
Maskapai Citilink mengawali penerbangan domestik perdana di bandara itu kemarin. Ada delapan penerbangan pulang-pergi (PP) dengan pesawat Airbus A320.
Sayangnya, jam kedatangan dan keberangkatan molor dari jadwal. Pesawat dari Jogjakarta yang seharusnya tiba pada pukul 07.0, ternyata baru mendarat pukul 08.30. Keterlambatan juga terjadi pada penerbangan dengan tujuan Malang. Pesawat yang seharusnya terbang pada pukul 07.30 ternyata tertunda (delayed) hingga pukul 09.15.
Penerbangan perdana kemarin juga diwarnai keluhan terhadap fasilitas bandara yang belum sempurna. Seorang penumpang bernama Tobok Silitonga, 23, kaget karena suasana di Bandara Halim Perdanakusuma berbeda dengan Bandara Soekarno-Hatta. Misalnya, terkait kondisi boarding room.
Dia menyebut, boarding room Bandara Halim Perdanakusuma tidak begitu luas. “Saya pikir tidak akan muat jika semua maskapai beroperasi,” katanya.
Dari tempat tinggalnya, ungkap warga Cilandak itu, Bandara Halim Perdanakusuma memang lebih dekat daripada Bandara Soekarno-Hatta. Jalanan juga tidak begitu macet. Namun, jika maskapai lain mulai beroperasi, kemacetan pasti terjadi. Karena itu, dia berharap ada langkah konkret untuk mengantisipasi. “Juga, masih terjadi antrean panjang saat pemeriksaan X-ray,” keluhnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Citilink Indonesia Arif Wibowo menyebut, empat kota menjadi destinasi penerbangan perdana maskapai yang dipimpinnya dari Bandara Halim Perdanakusuma. Yakni, Malang, Jogja, Semarang, dan Palembang.
Soal keterlambatan penerbangan, Arif membenarkan. Namun, dia menanggapinya dengan bercanda. “Biasa (delayed, Red). Ini kan pertama. Namanya juga masih perawan,” selorohnya lantas tersenyum.
Dia menegaskan, Citilink berkomitmen untuk memberikan layanan secara optimal kepada masyarakat. Juli nanti Citilink akan agresif menambah rute di wilayah timur atau di Halim Perdanakusuma. “Semua kursi (kemarin, Red) terisi penuh, 180 seat,” katanya.
General Manager PT Angkasa Pura II Halim Perdanakusuma Iwan Khrishadianto mengakui masih adanya kekurangan di hari pertama kemarin. Termasuk keluhan mengenai boarding room dan antrean X-ray. Dia berjanji semua kekurangan itu segera diperbaiki.
Soal kekhawatiran kemacetan, ternyata tidak terjadi kemarin. Arus lalu lintas masih normal seperti hari biasanya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Udar Pristono mengatakan, penerbangan kemarin belum melibatkan seluruh maskapai. Jika semua maskapai beroperasi, kemungkinan kemacetan lalu lintas bakal terjadi. “Namun, di sejumlah titik kita sudah tempatkan petugas,” tuturnya.
Hingga kemarin dishub menunggu hasil kajian amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) lalu lintas dari PT Angkasa Pura II. Kajian itu masih dilakukan dengan melibatkan konsultan profesional.
“Setelah mereka kaji, akan diserahkan kepada kami,” kata Pristono. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar untuk perbaikan traffic and transport management. Itu terkait penanganan lalu lintas dan penambahan armada ke bandara.
Secara terpisah, Kabag Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menyatakan, arus lalu lintas ke Bandara Halim kemarin relatif lancar. Karena jadwal penerbangan belum penuh, belum banyak penumpang yang masuk ke bandara. Sebanyak 60 polisi lalu lintas disebar di Jalan MT Haryono dan PGC Cililitan untuk mengurai kepadatan. “Kami berkoordinasi dengan dishub dan PT Angkasa Pura,” terangnya. (yuz/oni/dwi)
Sumber: harianrakyatbengkulu.com






