Maskapai Air Asia Beli Batavia Air
VIVAnews – Maskapai penerbangan murah asal Malaysia, AirAsia, dikabarkan akan mengakuisisi maskapai nasional, Batavia Air. Penandatanganan akuisisi akan dilakukan siang ini, Kamis 26 Juli 2012.
Manajer Komunikasi AirAsia Indonesia, Audrey Petriny, mengakui kabar tersebut, namun ia belum bisa memberitahukan rencana detail mengenai proses akuisisi Batavia Air oleh AirAsia tersebut. Audrey hanya bisa memastikan beberapa pejabat tinggi AirAsia akan hadir. “Yang hadir adalah Tony Fernandes dan Bapak Dharmadi (dirut AirAsia Indonesia),” kata Audrey dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews, Kamis 26 Juli 2012.
Seperti diketahui, memasuki dekade kedua AirAsia, maskapai berkonsep penerbangan berbiaya hemat ini mengubah strategi bisnis dari domestik menjadi regional dengan membangun AirAsia ASEAN yang fokus menggarap konektivitas wilayah ASEAN. Untuk itu, AirAsia telah meluncurkan kantor regional di Jakarta bernama AirAsia ASEAN.
Saat ini, AirAsia sedang dalam proses restrukturisasi manajemen untuk mengakomodasi perubahan dan mendukung rencana pertumbuhan AirAsia di masa depan. Bos AirAsia, Tony Fernandes pun sampai memindahkan kantornya ke Jakarta untuk mengembangkan AirAsia ASEAN itu. Ia menunjuk Aireen Omar sebagai presiden direktur AirAsia yang baru. Sementara itu, PT Metro Batavia sebagai operator maskapai Batavia Air berdiri sejak 5 Januari 2002. Batavia Air memiliki 33 pesawat dari berbagai jenis. Sepanjang semester I-2012, Batavia Air ini telah menerbangkan 3,8 juta penumpang, naik 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebelumnya majalah industri penerbangan yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat, Aviation Week, menobatkan AirAsia sebagai Top Performing Airlines 2012. AirAsia mengalahkan maskapai penerbangan bergengsi, Singapore Airlines, dan maskapai berbiaya hemat terbesar di Eropa, RyanAir.
Penghargaan ini berdasarkan analisa statistik kinerja operasional dan keuangan sebuah maskapai penerbangan. AirAsia menduduki peringkat teratas dalam kategori pendapatan tahunan sebesar US$250 juta – US$2 miliar.
Studi Top Performing Airlines mengumpulkan semua data dan menilai maskapai penerbangan dalam lima kategori yang berbeda, kemudian menjumlahkan semua hasil penilaian. Data keuangan dari tahun fiskal terakhir juga digunakan sebagai bahan referensi. AirAsia menduduki peringkat teratas dengan total nilai 81 poin, RyanAir menduduki peringkat kedua dengan 78 poin, kemudian disusul Singapore Airlines dengan 70 poin.
“Ini sangat menakjubkan, karena siapa yang mengira 10 tahun lalu AirAsia akan berada di posisi teratas seperti sekarang,” kata CEO Grup AirAsia Tony Fernandes.
Maskapai asal Malaysia itu kerap mendapat penghargaan sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah terbaik dunia dari konsultan penerbangan ternama, Skytrax. AirAsia mengalahkan Jetstar Airways dan Virgin America.
AirAsia menjadi populer karena produk dan layanannya sangat consumer-friendly. Hal ini terlihat dari harga yang hemat, armada yang modern, frekuensi, jaringan penerbangan yang luas, serta sistem pembayaran dan pemesanan tiket yang mudah. Tidak hanya itu, para calon penumpang juga dapat memilih sendiri layanan tambahan yang mereka inginkan, seperti makanan di pesawat, jenis kursi penerbangan (hot seat atau standar seat), dan biaya bagasi.
Sejak diluncurkan sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah pada 2001, AirAsia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari 250 karyawan, dua pesawat, dan satu destinasi. Saat ini AirAsia telah menjadi grup bertaraf ASEAN dengan lebih dari 8.000 karyawan, 104 pesawat, dan lebih dari 78 destinasi. Sumber Berita
Satu majalah industri penerbangan yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat, Aviation Week, menobatkan AirAsia sebagai Top Performing Airlines 2012. AirAsia mengalahkan maskapai penerbangan bergengsi, Singapore Airlines, dan maskapai berbiaya hemat terbesar di Eropa, RyanAir.
Penghargaan ini berdasarkan analisa statistik kinerja operasional dan keuangan sebuah maskapai penerbangan. AirAsia menduduki peringkat teratas dalam kategori pendapatan tahunan sebesar US$250 juta – US$2 miliar.
Studi Top Performing Airlines mengumpulkan semua data dan menilai maskapai penerbangan dalam lima kategori yang berbeda, kemudian menjumlahkan semua hasil penilaian. Data keuangan dari tahun fiskal terakhir juga digunakan sebagai bahan referensi. AirAsia menduduki peringkat teratas dengan total nilai 81 poin, RyanAir menduduki peringkat kedua dengan 78 poin, kemudian disusul Singapore Airlines dengan 70 poin.
“Ini sangat menakjubkan, karena siapa yang mengira 10 tahun lalu AirAsia akan berada di posisi teratas seperti sekarang,” kata CEO Grup AirAsia Tony Fernandes.
Maskapai asal Malaysia itu kerap mendapat penghargaan sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah terbaik dunia dari konsultan penerbangan ternama, Skytrax. AirAsia mengalahkan Jetstar Airways dan Virgin America.
AirAsia menjadi populer karena produk dan layanannya sangat consumer-friendly. Hal ini terlihat dari harga yang hemat, armada yang modern, frekuensi, jaringan penerbangan yang luas, serta sistem pembayaran dan pemesanan tiket yang mudah. Tidak hanya itu, para calon penumpang juga dapat memilih sendiri layanan tambahan yang mereka inginkan, seperti makanan di pesawat, jenis kursi penerbangan (hot seat atau standar seat), dan biaya bagasi.
Sejak diluncurkan sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah pada 2001, AirAsia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari 250 karyawan, dua pesawat, dan satu destinasi. Saat ini AirAsia telah menjadi grup bertaraf ASEAN dengan lebih dari 8.000 karyawan, 104 pesawat, dan lebih dari 78 destinasi.
Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/






