Renovasi Terminal Halim Butuh Rp 6,8 Miliar
Saat ini, Tri Sunoko mengatakan proses renovasi terminal sedang berlangsung dan diharapkan awal Januari 2014 bisa digunakan. "Renovasi ini dimulai sejak awal Oktober dan diharapkan minggu ketiga Desember sudah selesai pengerjaannya," ujar Tri Sunoko kepada Tempo, pekan lalu.
Berdasarkan rencana kerja revitalisasi terminal penumpang yang dirilis PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusumah, selain pembuatan loket tiket, disiapkan pula penataan areal parkir kendaraan serta penataan dan perluasan ruang tunggu. Ruangan itu diharapkan dapat menampung tiga penerbangan atau 600 penumpang per jam.
Meski melayani penerbangan komersial, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan, mengatakan Halim hanya mampu menampung pesawat bermuatan tak lebih dari 100 orang. “Saat ini sedang digodok, penerbangan mana saja yang bisa dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta,” katanya.
Halim hanya memiliki satu landasan pacu, berbeda dengan Soekarno Hatta dengan 2 landasan pacu. Sebenarnya, menurut Bambang, Halim sudah digunakan untuk penerbangan sipil dengan pesawat berkapasitas 30 penumpang saja. Adapun kapasitas Halim terbilang kecil, yakni hanya mampu menampung 21 pergerakan pesawat dalam satu jam.
Untuk menggunakan Halim sebagai bandara komersial, Bambang menuturkan, pemerintah sedang menggodok aturan tentang keterlambatan jadwal penerbangan. Sebabnya, Halim sering digunakan untuk penerbangan sejumlah pejabat penting termasuk Kepala Negara.
Sampai saat ini, Bandara Halim Perdanakusuma belum melayani penerbangan komersial. Bandara ini melayani penerbangan carter, sekolah penerbangan, jemaah haji, penerbangan pribadi dan VIP, layanan kargo. Rencananya pada Januari 2014, Bandar Udara Halim Perdanakusuma akan dioptimalkan untuk menampung sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengalihan ini dilakukan menyusul kepadatan di bandara itu yang dikeluhkan sejumlah maskapai.
GALVAN YUDISTIRA
Sumber : Tempo.co






