Perilaku Buruk Penumpang Pesawat Yang Harus Dihindari
Menjadi pramugari bukanlah pekerjaan mudah. Banyak orang beranggapan pramugari sebagai profesi yang menyenangkan karena bisa mendapat gaji besar dan liburan gratis kemana-mana. Tugas mereka adalah untuk memberikan instruksi dan melayani penumpang. Setiap penumpang memiliki karakter yang berbeda-beda. Bisa anda bayangkan jika setiap hari mereka harus berhadapan dengan penumpang yang berperangai buruk? Berikut ini adalah beberapa perilaku buruk penumpang pesawat. Yang pertama adalah penumpang yang egois. Bagaimana rasanya jika anda diapit oleh dua orang penumpang yang menyerobot kursi anda. idealnya setiap penumpang sudah memiliki batas masing-masing walaupun tidak secara jelas ditentukan. Ada banyak kasus dimana penumpang mengambil alih penyangga lengan dari penumpang di sampingnya. Ini merupakan tanda keegoisan penumpang. Jika anda duduk di barisan paling tengah, bersiaplah anda akan berhadapan dengan orang-orang seperti ini.
Kategori penumpang menyebalkan lainnya adalah mereka yang tidak bisa mengatur intonasi suara saat menelepon. Mungkin anda pernah saat pesawat baru mendarat, ada suara kencang dari belakang yang ternyata orang sedang mengobrol di telepon. Sah-sah saja mengungkapkan kegembiraan atau melempar tawa saat mengobrol di telepon, namun kita harus tahu kapan waktu yang tepat. Lebih baik hidupkan ponsel setelah turun dari pesawat baru mengobrol jika ada yang menelepon. Perilaku buruk penumpang lainnya adalah seenaknya sendiri memainkan remote pengatur suhu ruangan. Pesawat memang memiliki fasilitas pendingin udara agar penumpang merasa nyaman. Namun akan sangat menjengkelkan jika ada penumpang pesawat yang mengatur suhu semaunya sendiri. Kita harus tahu bahwa semua penumpang pesawat memiliki hak yang sama. Jangan bertindak egois yang bisa merugikan dan membuat penumpang lain tidak nyaman.
Berikutnya adalah penumpang yang terus-menerus ke toilet. Sebenarnya tidak ada yang melarang berapa kali seorang penumpang boleh pergi ke toilet, hanya saja itu akan sangat mengganggu jika ia duduk di kursi tengah atau pinggir pesawat. Setiap ingin keluar, ia harus permisi dulu sehingga bisa mengganggu penumpang di sebelahnya yang ingin beristirahat. Jika tahu akan sering pergi ke toilet, maka ia seharusnya berusaha mendapatkan tiket dengan tempat duduk yang sesuai, misalnya di samping lorong. Perilaku buruk berikutnya tidak dapat ditoleransi, yaitu penumpang mabuk. Siapapun dalam kondisi mabuk bisa berada di luar kendali dan menimbulkan kekacauan di dalam pesawat. Maka dari itu penumpang seharusnya tidak minum minuman beralkohol menjelang keberangkatan. ***






